Fi'il Mazid
Fi'il Mazid
Dalam tradisi kitab klasik Nahwu dan Shorof (seperti Kitab Matan Al-Bina, Al-Kailani, hingga Alfiyah Ibnu Malik), fi'il mazid (الفِعْلُ المَزِيْدُ) adalah kata kerja (fi'il) yang bentuk lampaunya (madhi) memuat satu atau lebih huruf tambahan di luar huruf aslinya.
Secara bahasa, mazid (مَزِيْد) berarti "yang ditambahi". Dalam ilmu shorof, keberadaan huruf tambahan (huruf ziyadah) ini bukan tanpa alasan, melainkan untuk mengubah makna dasar dari bentuk aslinya (fi'il mujarrad). Kaidah masyhur menyatakan: Ziyadatul bina tadullu 'ala ziyadatil ma'na (Penambahan bentuk kata menunjukkan penambahan/perubahan makna).
Berikut adalah klasifikasi dan rumusan fi'il mazid menurut kaidah shorof klasik:
1. Klasifikasi Fi'il Mazid
Berdasarkan jumlah huruf asal dan jumlah tambahannya, fi'il mazid dibagi menjadi dua kelompok besar:
- Fi'il Tsulatsi Mazid: Kata kerja yang huruf asalnya ada 3 (tiga), lalu mendapat tambahan 1, 2, atau 3 huruf. Maksimal hurufnya menjadi 6.
- Fi'il Ruba'i Mazid: Kata kerja yang huruf asalnya ada 4 (empat), lalu mendapat tambahan 1 atau 2 huruf. Maksimal hurufnya menjadi 6.
2. Rincian Bab dan Wazan (Pola)
Kitab klasik umumnya meringkas total wazan fi'il mazid menjadi 15 wazan standar (di luar wazan mulhaq):
A. Tsulatsi Mazid (Total 12 Wazan)
- Wazan Mazid Bi Harfin (Tambahan 1 Huruf) — Menjadi 4 Huruf
- أَفْعَلَ (Contoh: أَكْرَمَ - كَرُمَ ) → Tambahan Hamzah di awal.
- فَعَّلَ (Contoh: فَرَّحَ - فَرِحَ) → Tambahan penggandaan (tasydid) pada 'ain fi'il.
- فَاعَلَ (Contoh: قَاتَلَ - قَتَلَ) → Tambahan Alif setelah fa fi'il.
- Wazan Mazid Bi Harfaini (Tambahan 2 Huruf) — Menjadi 5 Huruf
- اِنْفَعَلَ (Contoh: اِنْكَسَرَ - كَسَرَ)
- اِفْتَعَلَ (Contoh: اِجْتَمَعَ - جَمَعَ)
- اِفْعَلَّ (Contoh: اِحْمَرَّ - حَمِرَ)
- تَفَعَّلَ (Contoh: تَكَسَّرَ - كَسَرَ)
- تَفَاعَلَ (Contoh: تَبَاعَدَ - بَعُدَ)
- Wazan Mazid Bi Tsalatsati Ahruf (Tambahan 3 Huruf) — Menjadi 6 Huruf
- اِسْتَفْعَلَ (Contoh: اِسْتَغْفَرَ - غَفَرَ)
- اِفْعَوْعَلَ (Contoh: اِعْشَوْشَبَ - عِشْبٌ)
- اِفْعَوَّلَ (Contoh: اِجْلَوَّذَ - جَلَذَ)
- اِفْعَالَّ (Contoh: اِحْمَارَّ - حَمِرَ)
B. Ruba'i Mazid (Total 3 Wazan)
- Wazan Mazid bi harfin (Tambahan 1 Huruf) — Menjadi 5 Huruf
- تَفَعْلَلَ (Contoh: تَدَحْرَجَ - دَحْرَجَ)
- Wazan Mazid bi harfaini (Tambahan 2 Huruf) — Menjadi 6 Huruf
- اِفْعَنْلَلَ (Contoh: اِحْرَنْجَمَ - حَرْجَمَ)
- اِفْعَلَلَّ (Contoh: اِقْشَعَرَّ - قَشْعَرَ)
3. Karakteristik Huruf Tambahan (Huruf Ziyadah)
Para ulama nahwu shorof merumuskan bahwa huruf yang boleh ditambahkan ke dalam fi'il mujarrad hanya terbatas pada 10 huruf (sin, hamzah, lam, ta', mim, wawu, nun, ya' ha' dan alif) yang terkumpul dalam sebuah kalimat agar mudah dihafal, yaitu:
سَأَلْتُمُونِيهَا
Setiap huruf tambahan tersebut berfungsi memberikan makna baru seperti ta'diyah (membuat kata menjadi transitif/butuh objek), muthowa'ah (akibat dari suatu perbuatan), atau tholab (menunjukkan arti meminta/memohon).
Asesmen formatif:
1. Apa yang dinamakan fi'il mazid?
2. Apa yang dinamakan fi'il tsulatsi mazid?
3. Apa saja huruf tambahan pada wazan فَعَّلَ dan wazan فَاعَلَ ?
4. Sebutkan wazan tsulasi mazid dengan tambahan 3 huruf!
5. Sebutkan huruf-huruf yang biasa ditambahkan ke dalam fi'il!
al hamdulillah, dapet ilmu baru, terimakasih ustadz
BalasHapus